Rumah Hiburan Tutup Selama Puasa, Manajer Biliar Banting Stir Jadi Sopir Carteran
|
10.17
SURABAYA -
Kebijakan pemerintah daerah mewajibkan tempat hiburan tutup total selama bulan
puasa dan Lebaran membuat para pekerja di bisnis ini ada yang beralih pekerjaan
sementara.
Wahyudi (43), manajer rumah biliar di kawasan Jalan KH Mukmin Sidoarjo,
mengaku akan menyambi bekerja sebagai sopir carteran.
Dia mengaku tempatnya bekerja tidak tutup total selama Ramadhan.
"Larangan buka sepenuhnya selama Ramadhan biasanya untuk tempat biliar yang
menyediakan minuman alkohol dan sejenisnya. Tempat saya sehat dan sering
dijadikan tempat latihan atlet biliar Sidoarjo,"
paparnya, pada hari Minggu (5/6/2016).
Meski demikian, pendapatannya turun karena jam buka rumah biliar
tempatnya bekerja berkurang.
Di bulan Ramadhan hanya buka mulai pukul 11.00 - 16.00.
Setelah itu, dibuka kembali pukul 20.15 - 24.00. Biasanya, buka nonstop mulai
pukul 12.00 - 01.00.
Omzetnya pun berkurang dibanding hari biasa yang mencapai
sekitar Rp 2 juta per hari. Angka itu belum termasuk penjualan minum dan
makanan ringan.
Karena itu, gajinya pun berkurang dari Rp 2,5 juta menjadi hanya
Rp 2 juta yang diterima pada bulan puasa.
Padahal, dia harus menghidupi istri dan dua anaknya, serta
kebutuhan untuk Lebaran.
Menurut Wahyudi, hasil dari menjadi sopir tidak bisa diandalkan.
Sebab, tidak setiap saat ada orang yang butuh jasa sopir ke luar kota.
"Biasanya kalau awal-awal Ramadhan, masih sepi. Nanti kalau
menjelang Lebaran baru ramai orderan," paparnya.
Sekali antar tamu biasanya diberi upah Rp 100.000 - Rp 200.000.
"Kalau pas ramai seperti tahun lalu bisa dapat Rp 2 juta," tandasnya.
0 komentar:
Posting Komentar